KOTA YOGYAKARTA — Kunjungan kerja DPRD dari berbagai daerah ke DPRD Kota Yogyakarta mulai diarahkan untuk memberi dampak langsung bagi ekonomi masyarakat. Sebanyak 149 tamu dari 11 DPRD kota dan kabupaten di Indonesia, Jumat (24/7/2026), diterima di Kampung Wisata Tahunan, Kelurahan Tahunan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, sekaligus dikenalkan dengan potensi UMKM dan produk unggulan warga setempat.
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro mengatakan, pemindahan lokasi penerimaan tamu ke kampung wisata merupakan bagian dari upaya menghubungkan agenda kelembagaan DPRD dengan pemberdayaan wilayah. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
“E-kunker DPRD Kota Yogyakarta yang kali ini dilaksanakan di Kampung Wisata Tahunan Umbulharjo menjadi titik balik bagaimana pemberdayaan dan peningkatan ekonomi positif berbasis wilayah atas dampak kunjungan ke DPRD Kota Yogyakarta,” kata Susanto.
Ia menegaskan, DPRD tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga dapat berkolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi pariwisata dan UMKM di wilayah. Respons positif para tamu DPRD, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis kewilayahan.
“Kolaborasi ini menandakan bahwa DPRD juga punya tanggung jawab atas wilayah dalam pengembangan pariwisata dan UMKM. Tanggapan positif dari tamu DPRD meneguhkan bahwa apa yang dilakukan dalam e-kunker ini menjadi laboratorium pengembangan potensi kelembagaan yang ada,” ujarnya.
Susanto juga menyoroti beragam potensi Kampung Wisata Tahunan, mulai dari kerajinan jumputan, kuliner, hingga karya seni warga. Ia mendorong agar potensi tersebut terus dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya, termasuk melalui pameran maupun penempatan produk karya warga di sejumlah ruang publik dan hotel di wilayah Umbulharjo sebagai bagian dari promosi.
Pengelola Kampung Wisata Tahunan, Rudatin Murniati, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengatakan, kedatangan tamu dari berbagai DPRD memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk unggulan lokal, seperti kain jumputan dan makanan olahan.
“Dengan kegiatan ini pastinya secara ekonomi masyarakat diberi kesempatan untuk bagaimana kemudian UMKM di Kampung Wisata Tahunan bisa menampilkan produk-produk unggulannya. Di sini ada berbagai unggulan, tetapi jumputan menjadi satu ikon di Kampung Wisata Tahunan,” kata Rudatin.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan. Rudatin berharap kunjungan serupa dapat diagendakan secara berkala sehingga lebih banyak potensi masyarakat yang dapat ditampilkan dan memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga.
“Harapannya karena pastinya ini berdampak sangat positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Kampung Wisata Tahunan, semoga bisa menjadi kegiatan yang sifatnya reguler. Jadi, tidak hanya kali ini saja tetapi di waktu yang akan datang bisa diagendakan,” ujarnya.
Dampak kegiatan juga dirasakan para tamu yang hadir. Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo menilai kunjungan ke kampung wisata dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan kegiatan yang melibatkan masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Saya harap kegiatan ini bagus sekali untuk meningkatkan keramaian dan otomatis bisa menambah ke depannya taraf hidup area sekitar. Ini perlu dicontoh juga nanti untuk daerah-daerah lain, terutama di kota kami,” kata Agung.
Selain menerima kunjungan, pelaku UMKM Kampung Wisata Tahunan mendapat kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada para tamu. Kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang transaksi sekaligus memperluas pengenalan produk lokal kepada jaringan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.