KOTA YOGYAKARTA – DPRD Kota Yogyakarta memanfaatkan Kampung Wisata Warungboto sebagai lokasi penerimaan tamu sekaligus etalase pemberdayaan ekonomi masyarakat saat menerima kunjungan kerja sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Magetan, Jawa Timur dan DPRD Sulawesi Utara, di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Taman Warungboto, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai pengembangan kampung wisata, UMKM, dan ekonomi kreatif berbasis potensi wilayah.
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, mengatakan pemilihan Kampung Wisata Warungboto sebagai lokasi penyambutan tamu merupakan bentuk dukungan DPRD terhadap potensi lokal yang dikembangkan masyarakat. Menurutnya, konsep kampung wisata tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga melalui pelibatan UMKM.
"Hari ini kami menerima kunjungan kerja di Kampung Wisata Warungboto sebagai wujud kepedulian terhadap potensi wilayah. Kami berharap tamu yang datang tidak hanya berkunjung, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Sesuai jargon kami, 'sing teko sido tuku, sing tuku pasti teko'," ujar Susanto.
Ia menjelaskan Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengembangkan 45 kampung wisata yang tersebar di 45 kelurahan. Setiap kampung didorong memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar potensi budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Susanto juga memaparkan karakteristik Kota Yogyakarta yang memiliki luas wilayah sekitar 32,8 kilometer persegi dengan 14 kemantren, 45 kelurahan, dan 169 kampung. Menurutnya, keberadaan kampung sebagai bagian dari struktur pemerintahan memungkinkan masyarakat mengakses Dana Keistimewaan melalui regulasi yang telah ditetapkan.
"Kami ingin setiap kelurahan memiliki kampung wisata. Dengan begitu, potensi lokal dapat berkembang sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat," katanya.
Rombongan DPRD Kabupaten Magetan mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari konsep pengembangan Kampung Wisata Warungboto. Perwakilan rombongan menyampaikan bahwa lokasi kunjungan memberikan gambaran nyata mengenai pemanfaatan ruang publik untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan pariwisata.
"Kami sangat terinspirasi. Konsep seperti ini sangat layak diadopsi di daerah kami. Tidak hanya ruang terbuka hijaunya yang tertata, tetapi juga bagaimana UMKM dilibatkan sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat," ungkap perwakilan DPRD Kabupaten Magetan.
Kesan serupa disampaikan H. Mohsin Naita, Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Utara. Ia menilai pengembangan kampung wisata yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain.
"Kami datang untuk melihat bagaimana peran DPRD mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. Penyambutan yang hangat serta konsep wisata yang dikembangkan di sini memberikan banyak inspirasi bagi kami untuk diterapkan di daerah," katanya.
Sementara itu, Ketua Kampung Wisata Warungboto, Purnomo, mengatakan kunjungan kerja tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM. Selama kegiatan berlangsung, transaksi di stan-stan UMKM mencapai kisaran Rp4 juta hingga Rp10 juta.
"Kami sangat berbahagia karena kunjungan seperti ini membuat omzet UMKM meningkat. Stan-stan yang ada di Taman Warungboto cukup ramai dan diminati para tamu dari berbagai daerah," ujarnya.
Purnomo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar tidak hanya meningkatkan penjualan produk UMKM, tetapi juga memperkenalkan paket-paket wisata yang dimiliki Kampung Wisata Warungboto kepada lebih banyak pengunjung.
"Harapan kami bukan hanya UMKM yang berkembang, tetapi juga paket wisata yang kami miliki bisa semakin dikenal dan dinikmati oleh para tamu yang berkunjung ke Kota Yogyakarta," katanya.
Salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasakan manfaat langsung dari kunjungan kerja DPRD. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap promosi produk lokal menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk.
"Saya sangat terbantu dan senang karena pemerintah daerah memberikan perhatian kepada kemajuan UMKM. Semoga semakin banyak pihak yang mengenal bahwa produk UMKM Yogyakarta memiliki kualitas yang mampu bersaing," tuturnya.
Melalui penyelenggaraan kunjungan kerja di kampung wisata, DPRD Kota Yogyakarta tidak hanya memperkenalkan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.