Selamat Datang di Layanan Penerimaan Tamu
Selamat Datang di E-Kunker DPRD Jogja, Layanan Penerimaan Tamu DPRD Kota Yogyakarta

DPRD Kota Yogyakarta dengan senang hati menyambut kedatangan Anda. Layanan penerimaan tamu ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan penuh informasi bagi tamu yang berkunjung. Temukan berbagai inovasi menarik yang mendukung kesejahteraan masyarakat, dan jangan ragu untuk menjelajahi layanan-layanan ini secara langsung.

Kunjungi kami untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam dan lihat bagaimana Yogyakarta terus berinovasi untuk masyarakat

1.2K+ Pengunjung menikmati layanan terbaik kami
Prestasi Pemerintah Kota Yogyakarta
Temukan layanan dan program unggulan dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang memudahkan akses publik, mulai dari perizinan hingga pengaduan dan kesehatan, semuanya dalam satu tempat.
Penghargaan Top BUMD Awards 2024
2024

Pembina BUMD Terbaik untuk Penjabat Walikota Bpk. Singgih Raharjo
TOP CEO BUMD untuk Bp. Majiya, Direktur PDAM Tirtamarta
TOP CEO BUMD untuk Bp. Kosim Junaedi, Direktur Bank Jogja
BUMD Kategori Bintang Lima untuk PDAM Tirtamarta dan Bank Jogja

Dari Majalah Top Business tanggal 20 Maret 2024

Link Terkait
Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha 2024
2024

Predikat Kota / Kabupaten Terbaik Pertama dalam Perencanaan Terbaik Tahun 2024, dengan inovasi Optimalisasi Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Ekonomi Kreatif, diserahkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X tanggal 4 April 2024

Link Terkait
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) Pemkot Yogyakarta
2024

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) Pemkot Yogyakarta TA 2023 dari BPK RI (Badan Pengawas Keuangan) Perwakilan DIY (predikat opini WTP untuk ke-15 kali berturut-turut), Pemkot Yogyakarta menjadi yang pertama di Indonesia menyerahkan unaudited LKPD TA 2023 kepada BPK RI pada tanggal 12 Januari 2024

Link Terkait
Penghargaan Baznas Award 2024
2024

Pemerintah kota yogyakarta meraih kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Publikasi Konten Kantor Digital Teraktif, Operator SiMBA Terbaik.

Link Terkait
Galeri Kunjungan dari Semua Pihak
Temukan cerita menarik dari tamu-tamu kami yang telah berkunjung ke DPRD Kota Yogyakarta. Cerita dan foto dari tamu-tamu sebelumnya yang telah berkunjung ke DPRD Kota Yogyakarta.
24 Juli 2026

KOTA YOGYAKARTA — Kunjungan kerja DPRD dari berbagai daerah ke DPRD Kota Yogyakarta mulai diarahkan untuk memberi dampak langsung bagi ekonomi masyarakat. Sebanyak 149 tamu dari 11 DPRD kota dan kabupaten di Indonesia, Jumat (24/7/2026), diterima di Kampung Wisata Tahunan, Kelurahan Tahunan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, sekaligus dikenalkan dengan potensi UMKM dan produk unggulan warga setempat.

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro mengatakan, pemindahan lokasi penerimaan tamu ke kampung wisata merupakan bagian dari upaya menghubungkan agenda kelembagaan DPRD dengan pemberdayaan wilayah. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.

“E-kunker DPRD Kota Yogyakarta yang kali ini dilaksanakan di Kampung Wisata Tahunan Umbulharjo menjadi titik balik bagaimana pemberdayaan dan peningkatan ekonomi positif berbasis wilayah atas dampak kunjungan ke DPRD Kota Yogyakarta,” kata Susanto.

Ia menegaskan, DPRD tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga dapat berkolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi pariwisata dan UMKM di wilayah. Respons positif para tamu DPRD, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis kewilayahan.

“Kolaborasi ini menandakan bahwa DPRD juga punya tanggung jawab atas wilayah dalam pengembangan pariwisata dan UMKM. Tanggapan positif dari tamu DPRD meneguhkan bahwa apa yang dilakukan dalam e-kunker ini menjadi laboratorium pengembangan potensi kelembagaan yang ada,” ujarnya.

Susanto juga menyoroti beragam potensi Kampung Wisata Tahunan, mulai dari kerajinan jumputan, kuliner, hingga karya seni warga. Ia mendorong agar potensi tersebut terus dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya, termasuk melalui pameran maupun penempatan produk karya warga di sejumlah ruang publik dan hotel di wilayah Umbulharjo sebagai bagian dari promosi.

Pengelola Kampung Wisata Tahunan, Rudatin Murniati, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengatakan, kedatangan tamu dari berbagai DPRD memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk unggulan lokal, seperti kain jumputan dan makanan olahan.

“Dengan kegiatan ini pastinya secara ekonomi masyarakat diberi kesempatan untuk bagaimana kemudian UMKM di Kampung Wisata Tahunan bisa menampilkan produk-produk unggulannya. Di sini ada berbagai unggulan, tetapi jumputan menjadi satu ikon di Kampung Wisata Tahunan,” kata Rudatin.

Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sekali jalan. Rudatin berharap kunjungan serupa dapat diagendakan secara berkala sehingga lebih banyak potensi masyarakat yang dapat ditampilkan dan memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga.

“Harapannya karena pastinya ini berdampak sangat positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Kampung Wisata Tahunan, semoga bisa menjadi kegiatan yang sifatnya reguler. Jadi, tidak hanya kali ini saja tetapi di waktu yang akan datang bisa diagendakan,” ujarnya.

Dampak kegiatan juga dirasakan para tamu yang hadir. Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo menilai kunjungan ke kampung wisata dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan kegiatan yang melibatkan masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.

“Saya harap kegiatan ini bagus sekali untuk meningkatkan keramaian dan otomatis bisa menambah ke depannya taraf hidup area sekitar. Ini perlu dicontoh juga nanti untuk daerah-daerah lain, terutama di kota kami,” kata Agung.

Selain menerima kunjungan, pelaku UMKM Kampung Wisata Tahunan mendapat kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada para tamu. Kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang transaksi sekaligus memperluas pengenalan produk lokal kepada jaringan pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

10 Juli 2026

KOTA YOGYAKARTA – DPRD Kota Yogyakarta memanfaatkan Kampung Wisata Warungboto sebagai lokasi penerimaan tamu sekaligus etalase pemberdayaan ekonomi masyarakat saat menerima kunjungan kerja sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Magetan, Jawa Timur dan DPRD Sulawesi Utara, di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Taman Warungboto, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai pengembangan kampung wisata, UMKM, dan ekonomi kreatif berbasis potensi wilayah.

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, mengatakan pemilihan Kampung Wisata Warungboto sebagai lokasi penyambutan tamu merupakan bentuk dukungan DPRD terhadap potensi lokal yang dikembangkan masyarakat. Menurutnya, konsep kampung wisata tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga melalui pelibatan UMKM.

"Hari ini kami menerima kunjungan kerja di Kampung Wisata Warungboto sebagai wujud kepedulian terhadap potensi wilayah. Kami berharap tamu yang datang tidak hanya berkunjung, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Sesuai jargon kami, 'sing teko sido tuku, sing tuku pasti teko'," ujar Susanto.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengembangkan 45 kampung wisata yang tersebar di 45 kelurahan. Setiap kampung didorong memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar potensi budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Susanto juga memaparkan karakteristik Kota Yogyakarta yang memiliki luas wilayah sekitar 32,8 kilometer persegi dengan 14 kemantren, 45 kelurahan, dan 169 kampung. Menurutnya, keberadaan kampung sebagai bagian dari struktur pemerintahan memungkinkan masyarakat mengakses Dana Keistimewaan melalui regulasi yang telah ditetapkan.

"Kami ingin setiap kelurahan memiliki kampung wisata. Dengan begitu, potensi lokal dapat berkembang sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat," katanya.

Rombongan DPRD Kabupaten Magetan mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari konsep pengembangan Kampung Wisata Warungboto. Perwakilan rombongan menyampaikan bahwa lokasi kunjungan memberikan gambaran nyata mengenai pemanfaatan ruang publik untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan pariwisata.

"Kami sangat terinspirasi. Konsep seperti ini sangat layak diadopsi di daerah kami. Tidak hanya ruang terbuka hijaunya yang tertata, tetapi juga bagaimana UMKM dilibatkan sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat," ungkap perwakilan DPRD Kabupaten Magetan.

Kesan serupa disampaikan H. Mohsin Naita, Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Utara. Ia menilai pengembangan kampung wisata yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain.

"Kami datang untuk melihat bagaimana peran DPRD mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. Penyambutan yang hangat serta konsep wisata yang dikembangkan di sini memberikan banyak inspirasi bagi kami untuk diterapkan di daerah," katanya.

Sementara itu, Ketua Kampung Wisata Warungboto, Purnomo, mengatakan kunjungan kerja tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM. Selama kegiatan berlangsung, transaksi di stan-stan UMKM mencapai kisaran Rp4 juta hingga Rp10 juta.

"Kami sangat berbahagia karena kunjungan seperti ini membuat omzet UMKM meningkat. Stan-stan yang ada di Taman Warungboto cukup ramai dan diminati para tamu dari berbagai daerah," ujarnya.

Purnomo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar tidak hanya meningkatkan penjualan produk UMKM, tetapi juga memperkenalkan paket-paket wisata yang dimiliki Kampung Wisata Warungboto kepada lebih banyak pengunjung.

"Harapan kami bukan hanya UMKM yang berkembang, tetapi juga paket wisata yang kami miliki bisa semakin dikenal dan dinikmati oleh para tamu yang berkunjung ke Kota Yogyakarta," katanya.

Salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasakan manfaat langsung dari kunjungan kerja DPRD. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap promosi produk lokal menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk.

"Saya sangat terbantu dan senang karena pemerintah daerah memberikan perhatian kepada kemajuan UMKM. Semoga semakin banyak pihak yang mengenal bahwa produk UMKM Yogyakarta memiliki kualitas yang mampu bersaing," tuturnya.

Melalui penyelenggaraan kunjungan kerja di kampung wisata, DPRD Kota Yogyakarta tidak hanya memperkenalkan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

08 Juli 2026

KOTA YOGYAKARTA - Penerimaan tamu kunjungan kerja DPRD kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia digelar di Kampung Wisata Suryatmajan, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Rabu (8/7). Pola baru penerimaan tamu yang sebelumnya selalu berlangsung di Gedung DPRD Kota Yogyakarta ini menjadi upaya mendorong promosi kampung wisata sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat kelurahan.

Kegiatan yang sebelumnya lazim dilaksanakan di kantor DPRD Kota Yogyakarta itu dihadiri Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro, anggota Komisi D Ririk Banowati Permanasari, jajaran Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, pengelola Kampung Wisata Suryatmajan, pelaku UMKM setempat, serta rombongan DPRD kabupaten dan kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Agus Riyanto mengatakan, penerimaan tamu sengaja dipindahkan ke kawasan kampung wisata agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh lembaga legislatif, tetapi juga masyarakat.

"Hari ini kita menerima kunjungan DPRD kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Biasanya diterima di kantor DPRD Kota Yogyakarta, tetapi kali ini bersama Sekretariat DPRD dan dinas terkait kita menghadirkan para tamu di kampung wisata. Ini bukan hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga menghidupi UMKM di wilayah kelurahan," ujar Agus Riyanto.

Menurut Agus, konsep tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mengembangkan ekonomi lokal berbasis masyarakat. Ia mengibaratkan program tersebut sebagai tanaman yang harus terus dirawat agar memberikan manfaat jangka panjang bagi kampung wisata maupun pelaku usaha.

Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Bambang Agung Adrijanto, menjelaskan pemindahan lokasi penerimaan tamu merupakan bagian dari kolaborasi lintas perangkat daerah untuk mengoptimalkan potensi kampung wisata yang tersebar di Kota Yogyakarta.

"Pada hari ini penerimaan tamu kunjungan kerja DPRD kabupaten/kota se-Indonesia kami alihkan ke Kelurahan Suryatmajan yang membawahi pengelola Kampung Wisata Suryatmajan. Harapannya kegiatan seperti ini dapat menggairahkan kampung-kampung wisata yang ada di Kota Yogyakarta sekaligus memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang," katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Sekretariat DPRD dengan Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian Koperasi UKM, kemantren, dan kelurahan diharapkan menjadi awal penguatan kampung wisata yang selama ini dinilai masih memerlukan lebih banyak aktivitas pemberdayaan.

"Ini menjadi batu loncatan bagi kampung wisata maupun UMKM lokal untuk mulai berbenah. Melalui sinergi berbagai pihak, kegiatan seperti ini diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Yogyakarta," ujarnya.

Konsep penerimaan tamu di kampung wisata juga mendapat apresiasi dari rombongan DPRD yang berkunjung. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Majalengka, H. Nasir, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda dibanding kunjungan kerja yang biasa dilakukan di kantor DPRD.

"Biasanya kami diterima di kantor DPRD, tetapi hari ini diterima di kelurahan. Awalnya kami cukup kaget, namun setelah berada di sini ternyata ada konsep yang luar biasa karena kami bisa melihat langsung stan-stan UMKM Kota Jogja. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas inovasi ini," katanya.

Selain menjadi lokasi penyambutan tamu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang promosi berbagai produk unggulan masyarakat. Salah satu pelaku UMKM memperkenalkan produk olahan eco enzyme yang dikembangkan dari fermentasi kulit buah menjadi sabun mandi, sabun cuci pakaian, dan sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut membuka kesempatan memperkenalkan produk kepada tamu dari berbagai daerah sekaligus memperluas pasar.

Ketua Kampung Wisata Suryatmajan, Widadi, menyampaikan kunjungan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat karena kawasan wisata yang berada tidak jauh dari kawasan Malioboro mendapat kesempatan menjadi tuan rumah bagi tamu DPRD dari seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah, dengan adanya tamu yang datang hari ini, UMKM di wilayah Kelurahan Suryatmajan bisa lebih dikenal dan ekonomi warga semakin bergerak. Kami juga berkolaborasi dengan kampung wisata lain agar UMKM dari berbagai wilayah dapat berkembang bersama," ujarnya.

Melalui pelibatan kampung wisata sebagai lokasi penerimaan tamu resmi, Pemerintah Kota Yogyakarta dan DPRD Kota Yogyakarta berharap aktivitas pemerintahan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kehadiran tamu dari berbagai daerah tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga, tetapi juga membuka ruang promosi bagi kampung wisata dan produk-produk UMKM lokal yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta.

Rasakan Kenyamanan di Kota Yogyakarta
Temukan akomodasi yang nyaman dan lengkap dengan fasilitas terbaik di Kota Yogyakarta.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA YOGYAKARTA
Alamat Jl. Ipda Tut Harsono No. 43 Yogyakarta 55165
Telepon (0274) 540650
Email dprd@jogjakota.go.id
upik@jogjakota.go.id
Handphone (Whatsapp) +62822 2621 3362